Click here for Myspace Layouts

Saturday, July 30, 2011

Fan Fiction Super Junior "I love You , I Hate You" Part 2


Title : I love you, I hate you Part 2
Author :  Choi Hyo Sun
Cast:
     Main Cast:
-Stranger ; Jung Tae Woo [samaran] (Super Junior) *
-Choi Hyo Sun (reader ; author)
-Angelyn
     Other Cast:
-Han Hyun Mi
-Choi Jin Ri
- Nita
Genre : Family
Rating : PG-13
*temukan jawabannya diakhir part ini


PART 2

“oppa, ayo mampir dulu ke rumah” ajakku dengan semangat.
“oh..ne”
“eomma…!” teriakku memanggil eomma.
“eomma lagi ke kantor sayang” sahut asisten eomma, Choi Jin Ri.
“ohh…ah, eonni ini tadi aku jatuh, ditolongin sama oppa ini, oppa ini kerjanya di korea loh!”
“oh ya..? namaku  Choi Jin Ri” eonni Jin Ri memperkenalkan diri.
“Jung Tae Woo..” dan lagi lagi.. oppa tersenyum. Manis banget kayak malaikat. Hehehe
“ya sudah, eonni pamit dulu, eonni harus balik ke kantor, gak pa pa kan? Ada mbak Nita di dapur”
“iya nggak papa, take care eonni” . “oppa aku buatin minum dulu ya?”
“oh nggak perlu saeng, oppa langsung pulang aja ya? Oppa lupa harus beli sesuatu tadi, hehehehe”
“ah.. ya sudah deh.. padahal aku pengen banget main sama oppa..”
“hahaha .. ya sudah, besok oppa jemput yah di sekolah, kita jalan jalan, sekolahmu yang di deketnya kita jatuh tadi kan?”
“Omo! Oppa serius??? Iya yang International School“
“hahaha iya.. hitung hitung temeni oppa jalan jalan di Indonesia”
“ASIKKKK..” hehehe sapa coba yang nggak seneng diajak oppa oppa ganteng? XD .
“ya udah, oppa pulang dulu ya saeng?” pamit oppa sambil mengacak rambutku.
“aishhhh!!! YA! Oppa jahil!”
_________

*International School 11.20 AM
“ssstttt…. Hyun Mi-ah…” panggilku
“ne? “
“aku kemarin ketemu seseorang, yang mirip sama orang yang pengen aku tunjukkin di MV Super Girl”
“jinjja??!! Ketemu dimana?”
“hehehe malu sih.. aku kemarin hampir nabrak dia, dan gara-gara kakiku agak terkilir, dia yang nggendong aku sampai rumah”
“OMO!!” jerit Hyun Mi
*pletak*
“AWW!” aku dan Hyun Mi sama sama meringis kesakitan kena lemparan penghapus Mr.Lee.
“Kalian ya..selalu nggak bisa tenang kalau lagi pelajaran,  sekali lagi kalian saya keluarkan dari kelas!” tegur Mr.Lee
“Yes Sir..” ucap kami berdua.
“ah kamu sih ngapain pake jerit-jerit segala..” gerutuku pada Hyun Mi
“ah mian mian.. kamu bikin aku kaget sih..”
“sini sini, aku cerita lewat kertas aja ya, tapi jangan sampai ketahuan lagi, ara?”
“arasso…” jawab Hyun Mi

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­___________________

*main surat suratan* nakal ya? Udah ditegur masih aja diterusin, hehehehe

Hyo Sun: Ya udah tahukan soal oppa yang kemarin? Dia friendly banget.. aku juga sempat dipeluk sama dia gara gara aku nangis terus, oiya, namanya itu Jung Tae Woo.. Katanya hari ini dia mau jemput aku sepulang sekolah buat nemenin dia jalan jalan. Oppa Jung Tae Woo ganteng banget, mirip sama yang di MV itu

Hyun Mi: ihhh.. ngga bisa bayangin gimana enaknya kamu dipeluk sama oppa itu, member SJM kan ganteng ganteng. Hahahahaha, tapi member SJM nggak ada yang namanya Jung Tae Woo… eh tapi hati hati lho, jangan jangan ternyata dia pedofil gimana, terus kamu ntar diculik?

Hyo Sun: Sirik aja lu! Kekekekkkk kayaknya dia bukan orang jahat kok, matanya teduh banget. Ya udah.. yang penting mirip sama orang yang aku suka! XD

Hyun Mi : babo! Heh aku penasaran , ntar aku diem diem lihat kamu dari jauh ya kalau oppa itu beneran jemput kamu hari ini?

Hyo Sun : kekekekekkk hahaha tapi awas ya jangan rebut oppa ku!

Hyun Mi : diiihhhh enak aja.. paling paling gantengan bias ku si Hae oppa, lagian.. baru ketemu sehari aja uda bilang oppaku oppaku :p

Hyo Sun : So What?? Weekkkk. Eh 5 menit lagi bel, siap siap! XD
_____________

“Saeng! Hyo Sun-ah! “
Kayak ada yang manggil, jangan jangan Tae Woo oppa? Tapi mana orangnya?
“Aw! Omo! Oppa?” Tae Woo oppa menarikku ke sisinya.
“sssstttt….”
“oppa kenapa sih pake sembunyi sembunyi segala?”
“nggak papa kok, ayo temeni oppa jalan jalan”
“ne.. mau kemana kita?”
“mmm.. enaknya kemana dulu ya? Oppa laper nih, kita ke food court dulu ya?, mall deket sini dimana?”
“ohh.. ya udah kita ke Mall Kelapa Gading aja, enakan kesitu”
“ya udah, kamu masuk mobil dulu gih..”
___________
*Food Court Mall Kelapa Gading*

“Oh iya oppa, oppa kok lancar bahasa Indonesia sih?”
“ehm.. ohh.. sebenarnya dulu oppa pernah punya teman orang Indonesia, yang lagi oppa cari sekarang”
“ohh.. emang dia siapa sih oppa, kok kayaknya penting banget?”
“hehehehe cuma temen aja kok saeng..”
“gitu yah? Emang oppa nggak punya nomer hp nya?”
“enggak.. kami sudah berpisah cukup lama.. kurang lebih sudah 8 tahun”
“omo!!! Lamanya…., ya udah semoga oppa cepet bisa nemuin dia yah?” “oppa habis ini main ke timezone yuk?”
“boleh…” dia tersenyum seperti biasa. Kalau dia tersenyum matanya akan menyipit dan kantung matanya akan terlihat. Wajah yang damai.
_______________
“YAAA!!!! OPPAA KAU CURANGG!!!” teriakku.
Kami sedang bermain balap mobil, aku sudah mendahuli oppa, tapi dia malah mengacaukan arah setirku.
“AH YES!!!” teriak oppa
“AA oppa nakal, kan tadi aku udah mau menang”  rengekku
“ahahaha, ihh cemberut ih.. jelek tau” lagi lagi dia mengacak rambutku.
“YAA!!!!”
“WAE??” oppa langsung melarikan diri dari pukulanku.
“YA!! Oppa kau mau kemana??” kejarku.
Aku lari dan berusaha menyusul oppa, tapi tiba-tiba oppa TaeWoo berhenti mendadak, membuatku agak sedikit oleng karena tertabrak punggungnya.
“aduh, ada apa oppa?? Kok-“
Belum sempat aku bertanya, dia sudah menarikku ke lorong samping dan mendorongku ke dinding. Punggungnya membelakangi kerumunan yang tiba tiba ramai, dan wajahnya menatap lurus ke mataku.
“ng..oppa..” dadaku berdegup kencang, antara takut dan…
“oh.. mianhae saeng..” wajahnya pucat, aku tidak tahu kenapa. “kaja..” oppa TaeWoo menggandeng tanganku dan berjalan cepat ke tempat kita memarkir mobil.
____________

“oppa.. sebenarnya tadi ada apa?” aku memulai pembicaraan di mobil, berusaha mencairkan suasana.
“aniyo.. “ dia memandangku sekilas dan mulai tersenyum. “oppa tadi hanya shock bertemu beberapa orang musuh oppa”
“oppa? Punya musuh??”
“ani… bukan musuh sih.. hanya saja oppa tidak suka dengan mereka”
“ohh.. oppa, habis ini kita mau kemana?”
“mmm….. kamu pengennya kemana?”
“oppa, aku pengen banget nonton Rio, oppa tau kan, yang burung burung di angry bird itu lho..”
“eh? Angry bird??”
“iya.. Rio, oppa tau nggak?? Yang jadi series gamenya angry bird.., aku pengen banget nonton itu”
“ohh..iya boleh.. “ aku tidak tahu kenapa, nadanya sedikir terbata.
“oppa, apa oppa sakit?? Kalau sakit kita pulang aja”
“ani…kita ke bioskop sekarang”

Jung Tae Woo POV

Muni yeolrigo (ooh~no) geu yebbeun eolgulro misojochado eobseo oh my god~ . Yeotaeggeot jal ddwideon simjangi Boom Boom Boom Boom Boom
“Yoboseyo? NE?!” aku tidak bisa berkonsentrasi, semua ini.. aku terdiam cukup lama “arasso…..”
“oppa..?”
……….
Tinn Tiiin Tiiiiinnnnn
“YAA!!! Oppa!! Sudah lampu hijau!!!”
“Ah?? “ aku tersentak oleh teriakan Hyo Sun dan suara bel mobil yang menyuruhku untuk segera melajukan mobil. Pikiranku benar benar kacau.
“oppa, apa kau tidak apa apa? Kenapa hari ini oppa sangat aneh sekali? Apa sebaiknya kita pulang saja?”
“aniyo.. aku hanya dapat kabar yang sedikit mengejutkan, kita tetap ke bioskop, oppa juga perlu sedikit hiburan kali ini”
“oh ne…”
Heart breaking..  aku tau aku salah.. aku mengakui ini smua karena aku. Aku juga sudah berjanji untuk membantunya.. tapi apa.. aku juga nggak bisa terima kenyataan apa yang akan terjadi jika aku berhasil bertemu dengannya. Aku hanya mengulur waktu disini dan berharap aku tidak akan bertemu wanita itu..
Tapi.. kenapa keadaan semakin memburuk? Perasaan bersalah ini semakin kuat.
________________
Hyo Sun POV
HAHAHA
Semua orang terhibur menikmati film ini, tapi aku sedikit terusik oleh sikap Tae Woo oppa, sejak tadi dia hanya diam.
“oppa..apa oppa nggak apa apa?”
……
“oppa?” aku berusaha menatapnya, tetapi oppa sedikit memalingkan wajahnya dariku.
“wae saeng? Oppa tidak apa apa” suaranya lebih berat dari sebelumnya, aku nggak yakin oppa menjawab dengan jujur.
“oppa, katakan ada apa sebenarnya?”
….. *sigh*
“oppa, apa oppa menangis?”
…..
“oppa…..” aku memeluknya perlahan.. Tae Woo oppa tidak menolak tetapi tidak juga merespon. Aku mendengar suara tangis yang semakin jelas.
“oppa, ada apa?” aku melepas pelukanku, tetapi Tae Woo oppa menahan tanganku.
“jangan lepaskan saeng..”
“ne….” aku tetap memeluknya dan memberikan sandaran bahu untuk Tae Woo oppa menangis.
“mianhae.. aku memalukan sekali..”
“aniyo.. menangislah oppa.. keluarkan apa yang ingin oppa keluarkan..”
“saeng.. kenapa kamu percaya sama oppa? Apa kau tidak berpikiran bahwa oppa adalah orang jahat?”
“ani..aku sama sekali tidak berpikiran bahwa oppa adalah orang jahat..” “oppa apa sebaiknya kita keluar saja dari bioskop?”
“ne” oppa TaeWoo mengangkat kepalanya dari pundakku dan segera menghapus air matanya. Aku mendengar desahan nafas yang berat. “kaja..”
________
“Oppa..kita duduk disini aja” aku memilih sebuah café yang tidak ramai.
“ne..”
Sesaat semuanya terasa hening.. tidak ada dari kami yang berbicara duluan.
“saeng.. oppa.. oppa merasa bersalah..” akhirnya Tae Woo oppa memulia ceritanya.
“bersalah kenapa oppa?”
“saeng.. seandainya kamu punya seseorang yang sangat kamu sayang.. tetapi orang itu memilih bersama orang lain..dan orang itu adalah sahabat mu sendiri..bagaimana?”
“sakit banget oppa..  oppa, apa oppa sudah punya seseorang yang oppa cintai?”
“mmm.. dulu.. tapi oppa harus jauhkan perasaaan ke orang yang oppa cintai itu”
“ne…. bagaimana dengan sahabat oppa? Apa dia nggak tau kalau oppa juga cintai orang yang sama?” sebenarnya aku cukup berat mendengarnya.. oppa sudah punya orang yang special.. ahhh…
“dia.. awalnya dia nggak tahu.. setelah sahabat oppa dan wanita yang oppa cintai sudah bertunangan, sahabat oppa baru tahu kalau oppa juga mencintai wanita yang sama.. tapi sayang nya..smua sudah terlanjur..”
“ahh terlanjur apa? Kan Cuma tunangan, belum nikah kan?”
“belum.. tapi.. oppa juga nggak tega ngerebut kembali.. mereka berdua saling mencintai..”
“terus kalau saling mencintai kenapa sampai sekerang belum nikah coba?”
“mmhhh.. ini kesalahan oppa.. oppa dulu sempat berontak..nggak terima.. yang bikin hubungan mereka sempat break.. dan akhirnya kami semua hilang kontak.. oppa dan sahabat oppa kembali ke korea dan bekerja disana.. sedangkan orang yang oppa cintai.. menetap disini.. dan kami meninggalkannya.. babo! Oppa jahat sekali kan??”
“terus oppa sekarang mau gimana?”
“sahabat oppa.. dia sekarang sakit dan selalu mengigau namanya, hati kecil oppa mengatakan oppa harus mencari wanita itu sebelum hal buruk terjadi”
“maksud oppa?”
“dokter memvonisnya, umurnya tidak akan lama.. dan hari ini oppa mendapat berita, bahwa penyakitnya semakin parah, waktunya.. sudah semakin sedikit”
“lalu kenapa oppa nggak nyari aja wanita itu?”
……… Tae Woo oppa terdiam dan menatapku, matanya mulai berkaca kaca. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya sekarang.
“oppa….. oppa takut.. oppa masi belum bisa terima kenyataan, orang yang oppa cintai mencintai orang lain.. oppa takut setelah kami bertemu, perasaan oppa akan bertambah dan oppa takut membayangkan bagaimana oppa melihat sahabat oppa dan orang yang oppa cintai bertemu kembali”
“oppa!”
“ara! Oppa jahat kan?!”
……
“oppa sudah terlanjur disini.. dan perasaan egois oppa semakin menguasai.. tanpa oppa sadari hal itu membuat oppa mengulur ulur waktu dan nggak berusaha untuk mencari wanita itu..”
“oppa.. kau harus menemukannya.. segera.. oppa tidak mau lihat sahabat oppa menderita kan? Apa oppa nggak mikir bagaimana persaan sahabat oppa?”
“tapi-“
“sudahlah oppa, besok aku temani mencarinya ya.. oppa punya fotonya nggak?”
Tae Woo oppa hanya menggeleng
“hhh… oppa, nama wanita itu siapa?”
“Hyuna..”
“hemm.. ya sudah besok kita cari bersama yah? Oppa…” aku genggam tangan oppa, aku mencoba memberinya kekuatan.
Sejujurnya.. aku nggak rela juga.. jika oppa terus memikirkan wanita itu.. apa istimewanya wanita itu ha? Sampai sampai oppa tidak bisa berhenti mencintainya. Tapi dari awal harusnya aku menyadari kalau kemungkinan kami bisa bersama itu kecil sekali.. mengingat umur, umur kami juga terlampau jauh.. dan terlebih lagi.. dihatinya hanya ada satu orang.
“hmmm… ne..” “saeng.. kenapa kamu percaya sama oppa? Bukankah oppa adalah orang yang jahat? “
“sssssssssssssstttttt.. tidak ada manusia yang sempurna oppa”
________________________________
Hari yang indah.. sekaligus hari yang cukup menyakitkan.
“YAAA!! Oppa pake aji aji apa sih? Kita baru ketemu tapi kenapa oppa berhasil merebut hatiku secepat itu??!!” aku menggerutu sendiri didalam kamar.
“hhh.. oppa.. “ aku menarik secarik kertas dan pensil. Aku biarkan tanganku meluapkan apa yang ada dipikiranku sekarang.
Setelah cukup lama aku terdiam dengan permainan pensil yang aku nikmati, aku mulai tersadar…… aku menggambar wajahnya.
“ISHHH!!! Ah aku bisa gila lama lama”. Dengan emosi aku ingin merobek kertas itu, tetapi sekali lagi aku memandang lukisan wajahnya.. Kuputuskan untuk tidak merobek dan tetap menyimpannya di antara tumpukan buku.
“good night oppa” untuk terakhir kalinya aku menatap wajahnya hari ini lewat lukisan wajah yang aku buat.
___________
*Kamar Hyun Mi pukul 6 pagi*
“HYUN MI!!!!!! LIHAT SEKARANG SUDAH JAM BERAPA??!!!” eomma teriak persis di dekat telingaku.
Aku kaget dan langsung terbangun. Aku memandang jam di sudut kamarku.
“aisshhh mianhae eomma, aku bangun kesiangan”
“cepat bangun dan mandi, eomma yang akan siapkan bukumu, PPALLLLIII!!”
“ne ne ne” aku panik dan segera berlari ke kamar mandi. 30 menit waktu yang tersisa untuk mandi dan dan berangkat sekolah. semoga aku nggak terlambat, doaku pagi ini.
“eomma jeongmal mianhae..” ucapku meminta maaf.
……
_____________
Angelyn POV
“haa.. dasar… pakai bangun kesiangan lagi.. anak malas..” gerutuku
Aku ambil tasnya dan mengeluarkan buku yang tidak digunakannya hari ini, sambil melihat jadwal pelajaran yang ditempel Hyo Sun di dekat meja belajarnya.
“mm.. matematika? Dimana buku itu?” aku mencari cari ke setiap sudut rak bukunya.
“ah ternyata dimeja, kenapa nggak dikembalikan ke rak? Ahh betapa malasnya kauuuu”
Aku mulai sebal dan aku mengambi buku matematika Hyo Sun sedikit kasar.
“eh?” ada selembar kertas yang jatuh ketika aku mengambil bukunya.
“m-mwo? Bukankah…” aku benar benar shock melihat apa yang ada di kertas itu..
“ke-napa..ada dia disini?” kakiku mulai lemas..
Aku terus menatap kertas itu….. lukisan wajah ini…
  -To be Continue-

Please Don't Be A Silent Reader!!
jangan lupa tinggalkan jejak anda disini :)

3 comments:

  1. eonnie, sebelumnya mianhabnida..
    aku agak bingung :/
    di part sebelumnya yg di label itu siwon. Tp kok di sini donghae? :/
    oiya, kayanya ada sedikit salah di pov nya.. kan ada *Kamar Hyun Mi pukul 6 pagi* tp kok dibawahnya yg beres2 kamar malah eomma nya hyo sun?
    mianhabnida kalau ada salah kata :)

    ReplyDelete
  2. hahaha mianhae ya bikin bingung?
    label part 1 kurang lee donghae :)
    soal part kamar hyun mi, maksudnya setting waktu ada di kamar hyunmi, hyunmi kan lagi mandi, jadi krn kburu2 yang beresin eommanya hyunmin :p

    jeongmal mianhae, FF selanjutnya akan aku perbaiki ^^

    ReplyDelete
  3. okay. Nggak sabar sama lanjutannya :D

    ReplyDelete